“Informasi pada hari Rabu, 23 November 2022 didapatkan informasi temuan alat hisap sabu dibekas gedung SD dan personel Satresnarkoba bersama Polsek Wonosobo telah melakukan penyelidikan,” kata Iptu M. Yusuf mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K., M.K.P, Jumat 25 November 2022.
Iptu M. Yusuf menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan di satu ruangan bekas perumahan SD yang tidak terpakai lagi teparnya di samping ruang belajar mengajar, ditemukan, banyak klip bekas pakai sabu tercecer di lantai serta alat penghisap sabu atau bong.
“Lokasi Sekolah SDN Banding itu juga tanpa adanya pagar pembatas, sehingga memudahkan akses para penyalahguna narkoba masuk ke area sekolahan tersebut,” jelasnya.
Kasi Humas mengungkapkan, untuk mencegah kegiatan serupa, Uspika, Pekon dan pihak sekolah akhirnya sepakat untuk merobohkan bangunan perumah yang tidak terpakai tersebut.
“Kemarin Kamis, 24 November 2022, gedung yang tidak terpakai itu akhirnya di robohkan atas kesepakatan Uspika, pekon dan pihak sekolah,” ungkapnya.
Kesempatan itu, Kasi Humas juga berharap kepada pemerintah untuk melakukan pemagaran terhadap area sekolah sebab selain mencegah kejadian serupa, sekolah tersebut juga berada di pinggir jalan raya yang sangat rawan terjadinya kecelakaan pelajar.
“Harapan kepada pemerintah dapat dipagar sehingga dapat mencegah gangguan Kamtibmas di area sekolah tersebut,” tandasnya.
Kepala SDN 1 Banding, Kecamatan BNS, Eka Medasari mengetahui adanya alat hisap sabu dan puluhan klip bekas pakai setelah memeriksa gedung bekas rumah dinas guru.
“Saya baru menjabat kepala sekolah, jadi saya memeriksa. Saya lihat barang-barang itu kemudian melapor ke Kakon dan Polsek,” kata Eka.
Menurut Eka, berdasarkan informasi guru-guru lama, bahwa memang aktifitas para pelaku menggunakan sabu diduga sudah lama terjadi, namun para guru tidak berani melapor.
“Info guru-guru sudah lama tempat tersebut dipakai menyalahgunakan sabu, itu kan terlihat banyaknya plastik bekas pakainya,” tandasnya."
( Pewarta : Zamroli
)