Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

PENDAMPING OPOP BERTEMU BUPATI BAHAS KEMANDIRIAN EKONOMI PONPES

by Gardatipikornews
04 Oktober 2021 - 343 Views

Sukabumi, Gardatipikornews.com


- One Pesantren One Product (OPOP) merupakan salah satu kegiatan dari program “Pesantren Juara” untuk mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi. Hal ihwal kemandirian ekonomi dan bimbingan pengelolaan usaha berbasis potensi Ponpes tersebut disampaikan pendamping OPOP wilayah 1 Kota/Kabupaten Sukabumi saat beraudiensi dengan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami di Pendopo, Senin (4/10/2021). Korwil Sukabumi, Raden Nanda Teguh Perkasa mengatakan, di Sukabumi ada ratusan pesantren yang mengikuti program dari Pemprov Jabar ini. Pesantren tersebut dibimbing dalam hal bisnis dan pengelolaan keuangan. Bahkan untuk tahun ini ada 106 pesantren yang mengikuti program tersebut. "Program OPOP sendiri sudah berjalan selama tiga tahun. Kami membimbing dari sisi pengelolaan keuangan, legalitas, hingga pemasaran produk hasil olahan pesantren," ujarnya Bahkan, Sukabumi selalu menjadi daerah dengan jumlah pesantren terbanyak yang mengikuti OPOP. Padahal, pesantren di Sukabumi hanya diisi 12 pendamping. "Sukabumi pun selalu ada perwakilan yang mendapatkan penghargaan dalam program OPOP ini. Apalagi, program ini selalu diperlombakan setiap tahunnya," ucapnya. Menurutnya program OPOP mendukung pemulihan ekonomi berbasis daerah yang di kombinasikan dengan kearifan lokal "Jadi, pesantren dalam membuat produk tidak sembarangan. Produk yang dibuat pesantren selalu juara," ungkapnya. H. Marwan Hamami mengatakan Lewat program OPOP ini, SDM dan SDA di Sukabumi bisa lebih dikembangkan, mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. "SDA bisa lebih digali potensinya. Sementara SDM bisa ditingkatkan keahliannya. Terutama yang berada di lingkungan pesantren," terangnya. Karena itu, lanjut dikatakan Bupati, keberadaan OPOP harus lebih bisa memberdayakan ekonomi di pesantren. "Lewat OPOP ini, anak pesantren bisa lebih diberdayakan dan didorong untuk melakukan perubahan," tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, H. Marwan menerima data dan produk hasil pesantren yang terlibat dalam program OPOP. Reporter : Dolen | Redaktur : GTN
Sebelumnya
KAMMI KONSOLIDASIKAN AGENDA ORGANISASI DENGAN PEMKAB...
Selanjutnya
Kami Sudah Mengantongi Identitas Penyebar Kabar Bohong , Ustad Encep Proses Hukum Saya Tetap...

Berita Terkait :