Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Kesehatan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Pendidikan - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Sepak Bola - GTN Video - GTN Otomotif - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Terindikasi Konflik AGRARIA, PT. DJL Sebagai Dalang Dari Proses Otak-Atik Lahan Sejak Tarafiliasi Dengan Tambang

by Gardatipikornews.com
22 Desember 2025 - 165 Views

Konawe Selatan || Gardatipikornews.com -- Konflik agraria adalah salah satu problem emergency yang sangat dihindari oleh pemerintah maupun korporasi karena bisa mengakibatkan hal yang fatal.

Hari ini dikec. Langgikima ada indikasi akan terjadi konflik agraria diduga akibat dari adanya proses otak-atik sehingga tumpang tindih letak lahan masyarakat yang dimitrakan ke PT. Damai Jaya Lestari (DJL).

Pemilik lahan sekaligus Pemerhati Kec. Langgikima, Saiful Hak menyampaikan bahwa, tumpang tindih lahan masyarakat akibat dari otak-atik oleh mitra pemilik lahan yaitu PT. Damai Jaya Lestari akan melahirkan konflik agraria yang berkepanjangan

Hal ini mulai muncul di permukaan semenjak PT. DJL terafiliasi dengan perusahaan Pertambangan baru-baru ini, pihak Pertambangan melakukan pembebasan lahan masyarakat dengan dasar persetujuan dan pengarahan letak dari PT. DJL selaku mitra masyarakat pemilik lahan.

Berjalan waktu pembebasan, sesuai komitmen pohon sawit masyarakat yang berada di atas lahan yang sudah dibebaskan oleh Pertambangan harus ditumbang, akan tetapi dari proses penumbangan banyak lahan-lahan yang belum sama sekali mau dibebaskan oleh pemilik lahan ditumbang tanpa ada konfirmasi, saya sebagai salah satu korban, lahan saya seluas 2 Ha tertumbang sawitnya tanpa konfirmasi.

Pada saat saya konfirmasi kepihak penumbang mereka sampaikan kami ikuti sesuai data yang diberi oleh PT. DJL, sementara PT. DJL sudah saya surati tapi sampai hari ini tidak ada sama sekali tindak lanjut klarifikasi dan tanggung jawab.

 Lanjut Saiful menyampaikan bukan hanya dia yang dapat dampak dari tumpang tindih tersebut menurut data yang iya peroleh masih banyak masyarakat pemilik lahan lainnya dari desa Sarimukti, Mekar Jaya dan Pariama, sehingga iya menilai ini akan menjadi problem yang kemudian melahirkan konflik agraria, Pasalnya mereka masih kontrak dengan PT. DJL serta letak lahan mereka tau di mana posisinya nah kok tiba-tiba di tumbang oleh Pertambangan dengan dalih kami dikasih data dari PT. DJL.

Lanjut Saiful, PT. DJL harus segera klarifikasi dan tanggung jawab, kalau memang sudah tidak mau jalin hubungan kerja segera putuskan kontrak jangan buat problem yang kemudian terindikasi konflik, problem ini mulai menjadi perencanaan kami untuk adakan protes ke PT. DJL dalam waktu dekat karena hak kami di porak-porandakan tanpa ada komunikasi, berarti PT. DJL sengaja mengundang kami untuk melakukan aksi protes secara langsung. Tegas Saiful. 

Awal masuk mereka datang dengan cara baik-baik kepada kami pemilik lahan semua perjanjian dibuat dengan baik dihadapan notaris, lantas ketika dapat Iming-iming dari Pertambangan mereka lupakan kami pemilik lahan, jadi secara spontan mereka mengundang kami untuk adakan gerakan aksi besar. Tutup Saiful .

( @idr. Kaperwil GTN**

Sebelumnya
PERTEMUAN BP2 TIPIKOR – LEMBAGA ALIANSI INDONESIA BESERTA AKTIVIS - INDONESIA, DAN KETUA KOPERASI...
Selanjutnya
Ojol Sumut Peduli Salurkan Bantuan Untuk Korban...

Berita Terkait :