Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Stetemen AWK Terkait Penutup Kepala Wanita dan NAMASTE. Gung De Aryawan: Mestinya Om Swastiastu Adat Budaya Bali.

by Gardatipikornews
04 Januari 2024 - 207 Views
Viralnya video DPD RI Dapil Bali Arya Wedakarna saat rapat di Bandara Ngurah Rai terkait tutup kepala wanita dan ucapan selamat datang Namaste yang ramai dan sudah ada beberapa pihak yang melaporkan adalah sikap pribadi beliau. Kami sebagai masyarakat Bali khususnya beragama Hindu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika dalam Pancasila yang di kutip dari Kitab Sutasoma. Kamis,4/01/24 Tapi ucapan selamat datang sesuai Adat Budaya Bali berdasarkan Ajaran Agama Hindu adalah Om Swastiastu yang biasa kita dengar dalam kehidupan keseharian masyarakat Bali; Ujar A A Gede Agung Aryawan, ST Calon DPRD Provinsi Bali Dapil 1 Kota Denpasar Dari Partai Perindo No Urut 1. Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk Pariwisata Bali yang berdasarkan Pariwisata Budaya sudah sangat mencerminkan Adat Budaya Bali secara Proporsional seperti saat kedatangan Kepala Negara Peserta KTT G-20 disambut meriah dengan Tari Bali dan Kesenian Bali. Arsitektur Bali juga sangat dominan menghiasi setiap sudut Bandara Ngurah Rai, termasuk juga sambutan dari Biro Perjalanan atau Travel yang berpakaian Adat Bali dengan kalungan bunga sudah sering terjadi di Bandara Ngurah Rai Bali. "Jadi ciri khas Bandara Ngurah Rai sebagai ikon pintu masuk wisatawan ke Pulau Dewata sudah sangat mencerminkan citra Pariwisata Budaya. Budaya Bali kita lanjutkan adalah warisan budaya leluhur kita yang sudah terbiasa hidup dengan berbagai suku, agama & ras. Jaman kerajaan sudah ada Kampung China Jalan Gajahmada Denpasar, Kampung Jawa, Kampung Arab India, Kampung Bugis, Kampung Islam Kepaon dll yang hidup damai rukun berdampingan tidak ada masalah sampai keturunannya saat ini. Kehidupan sehari-hari saling bergotong royong dan menjalin hubungan persaudaraan sesama Warga Negara Indonesia. Jadi jangan lah terlalu berlebihan tidak boleh ada pakai tutup kepala wanita, yang terpenting semua bekerja secara profesional melayani penumpang sebagai citra Bali sebagai orang yang sangat menjunjung tinggi toleransi dan Bhineka Tunggal Ika seperti dalam Kitab Sutasoma. Jika masyarakat Bali sebagai masyarakat lokal terdampak minta porsi lebih besar itu adalah keharusan, demi menjaga kearifan lokal. Mari kita semua menjaga hubungan toleransi antar umat beragama di Negara Indonesia yang kita cintai, jaga sikap saling menghargai dan menghormati sesama Umat Beragama. Hal utama dalam hidup ini adalah rasa kemanusiaan antar sesama manusia untuk saling tolong menolong dalam kebaikan; tegas Gung De Aryawan. ( @Kaperwil Bali )
Sebelumnya
Satgas 330 Tri Dharma Bagikan Gula-gula, Anak-anak Intan Jaya Tersenyum...
Selanjutnya
Sebanyak 994 Personel Polri di Jajaran Polda Aceh Memperoleh Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih...

Berita Terkait :