Undangan rapat Pra Musrenbang yang hadir diantaranya: Kades Cihowe Wahyudin, Kades Cibentang Hasanudin, Kades Kuripan Siti Aswat Narulita, Kades Parigimekar Ade Syaprudin M. M, Sekdes Ciseeng M. Fahmi, Sekdes Cibeuteung Muara Suheri, Prengki, Sekdes Kuripan Rido, Sekdes Putat Nutug Yogi Ramadhana, Sekdes Cibeuteung Udik Nurdin SH, Sekdes Parigimekar Wahyuni, Sekdes Cihowe Randi, Sekdes Babakan Atma Wijaya, Sahri, Kesra Desa Karihkil Agung, Eliyah (UMKM), Ketua Katar Kec. Ciseeng Sufyan Hadi, Satgas LH Siti Nureliyah, DLH Sukarman, PUPR Jalan dan Jembatan Wil
VIII Ipang, Rival, Korlap KB Daryoto, BPP Wil. VIII Iksan Beladi Maulana, UPT KKS Dadang, Kader Ketahanan Pangan, Sri Rahayu Kepala Sekolah SDN/SMPN: Ciseeng 02, Cibentang 01, Singgasana, Ciseeng 01, Putat Nutug 02/01, Sri Murni, Kuripan 02, Cibeuteung Muara 04/02, Elia Remita Kepsek SMPN 2 Ciseeng, Karihkil 01, Babakan 04, Babakan 01, Karya Bakti, Cibogo 02/01.
Dalam kata sambutannya Plt. Drs. Yodi MS Ermaya memaparkan berbagai persoalan mengenai pembangunan di pemerintah desa, dan keperluan lain sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Ciseeng.
Kecamatan Ciseeng di tahun 2024 ingin melakukan apa? Ujar Plt. Camat lagi, untuk pembangunan infrastruktur ada kendala yang sangat hebat di Kabupaten Bogor, yaitu masalah pendanaan. Kasi Ekbang telah menginventarisir data pembangunan yang membutuhkan anggaran 100 M. Camat berharap para undangan hadir utamanya kepala sekolah yang punya teman di tingkat Kabupaten Bogor, bisa diberikan ke sekolah lain, jangan tiap tahun dapat lagi-dapat lagi. Karena menurut penuturan Camat, di wilayah Kecamatan Ciseeng masih ada sekolah yang rusak berat, dikhawatirkan ada siswa yang jadi korban.
Menurut Plt. Camat, pembangunan harus sesuai kebutuhan dan bukan karena keinginan. Sekolah harus baik kondisi bangunannya, demi untuk kenyamanan belajar siswa.
Kasi Ekbang Lukman Ariadi S.Ip menuturkan, diantaranya mengatakan Tahun 2024 tidak ada RPJMD karena berakhir Tahun 2023 yang ada Rencana Pembangunan Daerah (RPD), dan prioritas utama adalah dunia pendidikan.
Reporter: Agustion