Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Pembangunan Huntap Di Kampung Kopo Desa Malasari Diduga Gunakan Material Pasir Elod (Teras)

by Gardatipikornews
05 September 2023 - 689 Views
Nanggung, Kabupaten Bogor |

Gardatipikornews.com


  - Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Kopo Rt. 03 Rw. 03 Desa Malasari Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dalam pekerjaannya diduga menggunakan pasir Elod sebagai material bangunan.Pada Senin (04/09/2023) Pasir Elod merupakan jenis pasir yang memiliki campuran tanah di dalamnya. Untuk bahan pondasi bangunan, jenis pasir Tersebut tidak direkomendasikan. Karena memiliki bahan tanah di dalamnya, pasir elod jika digenggam akan menggumpal dan tidak mudah hancur. Biasanya pasir elod digunakan untuk bahan campuran pembuatan batako. Dari Pantauan Team Awak Media,pembangunan Huntap Juga di bangun di atas lahan bekas persawahan yang notabene Perlu waktu lebih lama untuk memadatkan tanah (dikeringkan terlebih dahulu, dll) sehingga tidak bisa dibangun cepat. Selain itu, Fondasi yang dibutuhkan lebih dalam karena tanahnya lunak. Saat Di Konfirmasi Di Lokasi Kegiatan M.Ishak Rosidi salah satu anggota Kelompok Masyarakat (POKMAS) mengatakan, Pembangunan Huntap Tahun 2023 Di Kampung Kopo Rt03 Rw03, sebanyak 39 unit. Untuk Lahannya Kurang Lebih Tujuh Ribu Meter. Lahan Tersebut Hibah Dari Kepala Desa Ke DPKPP, danUntuk Ukuran Bangunan Rumah 7,5 meter ×  6 meter. Untuk warga yang akan di  Relokasi Campur, ada yang dari kampung Kopo, Pabangbon Dan Nyungcung. Secara keseluruhan Untuk Pengajuan sebanyak 210 unit, dan yang di Realisasikan di tahun Sekarang Insya Allah ada 125 unit dengan  Target Pengerjaannya 3 Bulan Kalau Memang Tidak ada Halangan Cuaca," katanya. "Untuk Sistem Pemadatan Sebelum Pondasi Kita Pakai Bambu, dan untuk Pemadatan Kita Juga Pakai apu dan puing-puing, serta Untuk Herbel ukurannya 7'5, "sambungnya. Sementara itu ditempat yang sama, Adi Suhandi Selaku BPD Desa Malasari Mengatakan bahwa dirinya akan mengawasi semaksimal dan seprofesional mungkin jalan nya pembangunan tersebut. "Kami ucapkan terima kasih Kepada pemerintahan desa yang sudah mengusulkan terkait bencana tahun 2020 ke dinas terkait di kabupaten bogor. Maka dari itu kami atas nama tokoh masyarakat yang ada di desa malasari mengucapkan terimakasih dan mudah mudahan dengan adanya relokasi atau huntap yang di bangun oleh pemerintah kabupaten melalui Kepala desa malasari mudah-mudahan warga bisa menerima dan bisa memanfaatkannya," ujarnya. Saat ditanya anggaran untuk bangunan huntap tersebut ia menjawab sebesar 62 juta per unit. "Untuk Tanah yaitu hibah dari Kepala Desa Sendiri, dan untuk Materialnya Selama pengawasan dan pemantauan, kriteria relokasi salah satunya hebel, batu, pasir dan semen,  karena kita menyesuaikan dengan anggaran agar bangunan ini bisa di manfaatkan sesuai dengan apa yang mereka harapkan. " Pungkasnya.   Pewarta : @B4120N
Sebelumnya
Miris...!!! Karyawan Pabrik PT.Cs2 Pola Sehat Selalu di Tabrak Dengan aturan Perusahaan Yang Masih...
Selanjutnya
Timsel KPU Provinsi Papua Tengah, Dilaporkan Ke KPU...

Berita Terkait :