Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

*Kapolsek Pringgabaya : Sepak Bola Itu Ajang Olahraga Pencarian Bakat Bukan Ajang Adu Jotos*

by Gardatipikornews
10 November 2022 - 626 Views

LOMBOK TIMUR - NTB | Gardatipikornews.com -


Open Turnamen Sepak Bola Labuhan Lombok CUP 2022, antara kesebelasan PSP Pohgading VS kesebelasan Bintang Kejora Masbagik berakhir ricuh. Rabu (9/11/2022) Dalam pertandingan sepak bola tersebut terjadi jual beli serangan hingga mengakibatkan insiden yang sangat memalukan. Kejadian bermula saat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pemain dari kesebelasan Bintang Kejora Masbagik. Merasa tidak senang, suporter dari PSP Pohgading masuk kedalam lapangan melakukan pemukulan kepada wasit sehingga membuat kedua suporter berhamburan masuk kelapangan. Beruntung insiden tersebut bisa di redam oleh pihak keamanan dari TNI, Polri dan panitia sehingga tidak terjadi perkelahian antar kedua kesebelasan. Akibatnya pertandingan di berhentikan sementara untuk meredam emosi kedua kesebelasan. Kemudian para jajaran TNI, Polri, Pol PP serta panitia penyelengenggara terjun langsung ke lapangan, disana juga ada Bapak Kapolsek Pringgabaya (Totok Suharyanto. SH) yang menyampaikan beberapa patah kata, "Kita harus tetap menjaga sportifitas dalam bertanding, benturan dalam sepak bola itu hal biasa", ujarnya kepada kedua sporter. Ia juga menambahkan bahwa sepak bola adalah ajang untuk mencari bakat bukan ajang adu jotos. Di samping itu juga ada Bhabinkamtibmas desa Labuhan Lombok (Bripka Fahrozi) yang mengatakan bahwa apabila terjadi kerusuhan maka yang rugi kita semua khususnya warga Lombok Timur, Desa Labuhan Lombok serta kedua kesebelasan akan di non aktifkan dalam smua ajang sepak bola. Terlihat para anggota TNI bersama Bhabinsa Desa Labuhan lombok (SERTU Saufi) begitu antusias memberi pengarahan kepada kedua suporter kesebelasan untuk menjaga keamanan dan turut memberikan dukungan serta tetap menjaga sportifitas. Untuk meredam amuk masa wasit pun meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai. Setelah dilakukan negosiasi antara kedua pihak, pertandingan di lanjutkan kembali di babak kedua. Para pemain saling jual beli serangan sampai peluit akhir pertandingan skor tidak berubah dan imbang 0-0 sehingga pertandinganpun di lanjutkan dengan adu pinalti. Babak adu pinalti ini skornya masih 4-4 dan penendang terakhir dari kesebelasan Bintang Kejora tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sementara penendang terakhir dari PSP Pohgading dapat menembus gawang Bintang Kejora sehingga dapat merubah kedudukan menjadi skor 4-5. Akhirnya pertandingan tersebut dimenangkan oleh PSP Pohgading dengan skor 5-4. Dengan berakhirnya pertandingan tersebut para penonton memberi apresiasi yang tinggi kepada TNI dan POLRI, karena berkat kinerjanya yang mampu meredam amarah antar kedua kesebelasan. *Pewarta : eyu sang maestro*
Sebelumnya
*Aswar Pimpinan Tribunnews1.com mengucapkan selamat hari...
Selanjutnya
Pemdes Cijayanti Alokasikan Samisade Betonisasi dan Pivanisasi Sarana Air...

Berita Terkait :