Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

Kapolsek Gunung Puyuh Bersama Piket Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota Datangi Tkp Bunuh Diri

by Gardatipikornews
27 Maret 2022 - 406 Views
Sukabumi | Gardatipikornews.com - Seorang mayat pria ditemukan meregang nyawa, tergantung di teras rumah kontrakan yang beralamat di Jalan Bhayangkara, Gang PGRI, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh. DS (24) ditemukan tergantung dengan seutas tambang berwarna merah, Minggu (26/03/2022). Petugas Polsek Gunungpuyuh yang mendapatkan laporan terkait adanya kejadian tersebut, langsung bergegas menuju tempat lokasi kejadian. Kapolsek Gunungpuyuh AKP Maulana Arief mengatkan, awal mula pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.00 waktu setempat. "Kami menerima laporan dari adik almarhum, yang pertama kali melihat kakaknya tergantung di teras rumah kontrakan," ujar Arif kepada awak media. Lanjutnya, saat tiba di lokasi kejadian, petugas Polsek Gunungpuyuh mendapati DS masih berada dalam posisi tergantung, menggunakan seutas tambang yang diikatkan keatap plafon rumah. "Kami yang telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, langsung melaporkan kejadian ini kepada pimpinan (Kapolres Sukabumi Kota), kemudian diteruskan kepada tim Inafis Polres Sukabumi Kota, untuk dilakukan porses identifikasi," jelas Arif. Masih menurut Arif, setelah dilakukan proses identifikasi terhadap jenazah, petugas juga meminta keterangan saksi-saksi yang terakhir kali sempat bertemu dengan almarhum. "Berdasarkan keterangan para saksi, diduga almarhum nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi karena almarhum tidak bekerja," bebernya. Setelah dilakukan proses identifikasi terhadap jenazah almarhum, Arif mengatakan bahwa, pihak keluarga menolak proses tindakan autopsi terhadap jenazah. "Kami telah berikan penjelasan kepada keluarga almarhum, mereka menolak jenazah dibawa kerumah sakit untuk proses visum maupun autopsi. Hal itu juga kami perkuat dengan surat penolakan autopsi, yang ditandatngani keluarga almarhum," pungkasnya. Rencananya, almarhum DS akan segera dimakamkan di tempat pemakaman umum sekitar.

Redaktur : Azis | Pewarta : Taji GTN 


Sebelumnya
Pelantikan PGM Indonesia Kabupaten Sukabumi Berjalan dengan...
Selanjutnya
BABINSA GUNUNGJAYA KORAMIL 0607-09/CISAAT AJAK WARGA KERJA BHAKTI PANGKAS POHON, GUNA ANTISIPASI...

Berita Terkait :