Cari Berita

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles
GTN Ragam - GTN Daerah - GTN Nasional - GTN Kepolisian & TNI - GTN Headline - GTN Pemerintahan - GTN Hukum & Kriminal - GTN Keagamaan - GTN Berita - Berita - GTN Olahraga - GTN Politik - GTN Kecelakaan - GTN Internasional - GTN Pariwisata - GTN Ekonomi - GTN Sosial - GTN Bencana Alam - GTN Entertainment - GTN Video - GTN Sepak Bola - GTN Otomotif - GTN Pendidikan - Jurnal Nasional - Artikel - GTN Kesehatan - GTN Nasional - GTN Headline - GTN Hukum - GTN Berita
Weather Widget for Website by cuacalab.id

FPII Malut Dorong Media Untuk memberitakan kenaikan BBM dan Minyak Goreng

by Gardatipikornews
12 April 2022 - 514 Views

Ternate


|

Gardatipikornews.com


- Berbagai kebutuhan pokok masyarakat di tahun 2022 ini kembali naik ibarat roket naik kelangit. Namun, seakan-akan tak ada perhatian dan kepedulian dari pemerintah, terutama di Provinsi Maluku Utara. Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Maluku Utara Junaedi Abdul Rasyid, mendorong wartawan untuk menaikan pemberitaan terkait naiknya harga minyak goreng dan BBM, karena sejauh ini diduga ada hubungan dengan mafia-mafia oknum penjual dan pembeli minyak di pertamina,” pintanya. Berbagai issue yang dikonsumsi masyarakat soal kenaikan harga BBM dan minyak goreng saat ini. Bahkan pimpinan bangsa (Pemerintah Pusat) mengklaim kinerja menterinya tak becus karena tidak melaporkan perihal yang terjadi dan meresahkan masyarakat, hal ini keliru menurut hematnya. “Diharapkan pihak SPBU dan Pertashop yang ada di Provinsi Maluku Utara agar tidak menaikan harga Pertalite, dan para pengusaha minyak goreng jangan lagi bermain harga,” tegas Ketua FPII Malut kepada media ini Senin, (11/4/2022) Meskipun masyarakat sudah serba sulit memperoleh kebutuhan pokok tersebut, namun diduga dianggap biasa oleh pemerintah. Buktinya para jajaran pemerintah pusat membuat para pimpinan negara dan bangsa ini mulai geram dan marah-marah lantaran tidak ada penjelasan terhadap kenaikan harga dua komoditas tersebut,” ujarnya. Atas kenaikan harga BBM Pertamax dan minyak goreng ini, wajar-wajar saja jika masyarakat menganggap pemerintah tak empati terhadap jeritan masyarakat serta diduga ini bagian dari setingan pemerintah biar masyarakatnya tetap hidup dalam kesengsaraan serta menderita,” tuntasnya. Sampai berita ini diturunkan pihak pihak terkait tidak bisa dikonfirmasi, Sumber FPII Malut -GTN-
Sebelumnya
Tuntutan Dari Aliansi kader Mahasiswa Muhammadiyah Bersama BBM Nusantara...
Selanjutnya
Kapolres Sukabumi Melalui Polsek Palabuhanratu Cek ketersediaan BBM di...

Berita Terkait :