Gardatipikornews.com
- Angkatan muda kema Injil (AMKI) Provinsi Papua Tengah dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), beserta Komunitas Pemuda Kei Kabupaten Mimika (KPKM) resmi menyerakan bantuan aksi kemanusiaan untuk korban bencana di kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah. Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik, S.E., M.Si Posko Bencana Kabupaten Puncak yang terletak di jalan C. Heatubun Timika saksi atas penyerahan bantuan kemanusiaan yang bernilai besar., Senin (28/08/2023). Bupati Puncak Willem Wandik, S.E., M.Si menyampaikan, rasa terimakasihnya kepada kelompok Cipayung dan juga organisasi kepemudaan, beserta masyarakat kabupaten Mimika, yang telah bantu masyarakat kabupaten Puncak yang mengalami bencana kekeringan dan kelaparan.
"Ada AMKI Puncak, AMKI Timika, Amki Provinsi Papua Tengah, GMNI GMKI, HMI, PMII dan juga organisasi kepemudaan ada Komunitas Pemuda Kei, beserta organisasi kepemudaan dan masyarakat kabupaten mimika, yang telah mengulurkan tangannya untuk membantu sodara-sodara yang ada di Puncak yang mengalami bencana alam yaitu kekeringan dan kelaparan. Kami memberikan apresiasi yang sangat kepada pemuda dan masyarakat Mimika," pungkas Bupati Puncak Willem Wandik, S.E., M.Si.
Wilem mengatakan, ini bentuk nilai pemuda sebagai ujung tombak bangsa Indonesia dan juga ujung tombak Papua Tengah khususnya kabupaten Puncak dan kabupaten Mimika.
"Pemuda adalah ujung tombak dan hari ini pemuda Mimika, sudah menunjukkan nilainya sebagai pemuda, dan sudah menunjukkan bahwa kami ada," Kata Willem.
Willem mengatakan, bantuan yang diberikan dari tidak dilihat dari besar kecilnya bantua yang diberikan kepada korban bencana alam namun dilihat dari ketulusan dan kasih sayang yang diberikan kepada korban bencana alam yang dada di kabupaten Puncak.
"Persoalan yang terjadi di kabupaten Puncak ini, rasa kepedulian rasa memiliki, rasa turut mengambil bagian kami tidak melihat besar kecilnya namun ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa," kata Willem.
Lanjutnya, bantuan yang dikumpulkan dari organisasi kepemudaan, kelompok Cipayung dan Amki beserta organisasi kepemudaan dikabupaten Mimika, bukan hasil dari proposal namun hasil dari Pengalangan dana.
"Pengalangan bukan dari proposal, tapi Pengalangan dijalan-jalan saja bisah mendapatkan berupah uang tunai Rp. 100.000.000 dan minyak goreng 15 karton, beras 2 ton, dan mie 10 karton, baju bekas dan pakaian layak pakai 10 karton,"
Willem juga berharap, dengan bantuan dan dana yang ada tim terpadu akan membicarakan bagaimana pemuda Mimika bisah mengantarkan langsung bertemu dengan masyarakat Puncak yang mengali bencana.
"Pemuda ini harus antar langsung dan liat langsung, masyarakat yang ada di sana dan berikan Langsung bantuannya untuk masyarakat," harap Willem.
Ketua PMII Abdullah Rahman Bugis mewakili organisasi kelompok Cipayung, Amki KPKM, dan organisasi kepemudaan menambah, Pengalangan dana berlangsung selama empat hari, dan hari ke-empat dibuat dalam konser amal musik di pasar wisata kuliner Timika, yang di inisiasi oleh ketua Amki Puncak Raim Uamang.
"Dan ini adalah bentuk aksi kemanusiaan, bentuk kepedulian kita terhadap sodara-sodara kita yang ada di kabupaten Puncak, yang mengalami bencana alam. Ini adalah bentuk kepedulian kita di atas tanah Papua," unjar Abdullah.
Lanjutnya, berbicara tentang kemanusiaan, maka berbicara tentang habul Minanas, habul Allah, habul Minal alam.
"Sentuhan manusia dengan manusia, sentuh manusia dengan Allah, dan sentu manusia dengan alam, ini adalah konsep yang sudah dibangun oleh Gusdur. Ini adalah wujud cinta kita, untuk bagaiman tidak membedakan ras, suku Agam dan golongan" tutupnya.
Redaksi Papua